Header Ads Widget

KORSA : Seruan Berkelahi, Polisi Harus Penjarakan Jokowi

Jakarta - dan seruan yang dikeluarkan Presiden Jokowi dalam Pertemuan Relawan di Sentul, Bogor mengundang berbagai reaksi dan kecaman. Berikut pernyataan nya "Jangan membangun permusuhan, jangan membangun ujaran-ujaran kebencian, jangan membangun fitnah-fitnah. Tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang lain. Tapi kalau diajak berantem juga berani,"

Hal ini suatu ajakan yang memalukan dan sebagai bentuk provokasi Jokowi, jika ini dibiarkan maka bisa terjadi pertumpahan darah sesama anak negeri, saat pesta Demokrasi Pemilihan Presiden 2019.

"Oleh karena itu pihak Kepolisian harus segera memeriksa dan penjarakan Jokowi," kata Amirullah Hidayat Koordinator Komunitas Relawan Sadar Indonesia (KORSA), Minggu (5/8/2018).

Sebab Pernyataan ini bukan pernyataan sembaranga orang, tetapi yang mengeluarkan penyataan dan seruan ini adalah seorang Presiden. Maka polisi jangan takut untuk memeriksa Jokowi, sebab setiap warga negara sama dimata hukum.

Janganlah pihak Kepolisian begitu cepat mengambil proses hukum jika yang melakukannya adalah tokoh-tokoh atau kelompok yang bertentangan dengan pemerintahan jokowi. Tetapi begitu yang melakukan Jokowi dan pendukungnya, pihak Kepolisian membiarkannya saja bahkan seperti tutup mata.

"Perlu diingat bahwa Kepolisian selaku penegak hukum harus berdiri disemua pihak secara adil, apalagi yang menggaji anggota Kepolisian adalah rakyat bukan seorang Presiden," ujar Kader Muda Muhammadiyah ini.

Saat ini saja tanpa seruan Jokowi selaku Presiden, sudah banyak kejadian penekanan dan arogansi yang dilakukan oleh para Relawan Jokowi, seperti kasus pengepungan Neno Warisman di Bandara Hang Nadim Batam, dan masih banyak di daerah lain.

"Bagaimana pula dengan adanya seruan langsung dari Jokowi, maka pastilah situasi akan bertambah memanas kedepannya," ujarnya.

Selaku mantan Relawan Jokowi pada Pilpres 2014 lalu, Amir sangat menyesalkan dan sangat tidak menduga bahwa presiden yang di menangkannya pada Pilpres 2014 mempunyai sifat arogansi dan oteriter.

"Padahal kita dulu mendukung Jokowi, karena kita lihat Jokowi punya kepribadian yang terkenal dengan Wong Desa, ternyata wataknya lebih oteriter dari orang yang berlatar belakang militeris," ungkapnya.

Melihat Kenyataan ini, KORSA mengajak seluruh Rakyat Indonesia untuk melakukan perlawan secara konstutusi kepada Jokowi dengan mengalahkan Jokowi Pada Pilpres 2019 Sehingga 2019 Ganti Presiden.

"Ini harus dilakukan jika rekyat Indonesia mempunyai cinta yang tinggi terhadap masa depan NKRI, dan KORSA bersama elemen rakyat lainnya akan melaporkan dan membawa kasus ini ke jalur hukum. Jika perlu ke pengadilan Internasional, tim hukum KORSA lagi menyusun laporannya," tegas Amirullah Hidayat. (Mam)

Berita Lainnya

Baca Juga