Header Ads Widget

Masih Banyaknya Warga Bekasi Yang Buang Air di Jamban




Jamban tempat warga pada membuang air besar di sungai



Bekasi - Dinas Kesehatan Kota Bekasi mencatat ada sekitar 6.000 kepala keluarga di wilayah setempat yang buang air besar (BAB) di sungai melalui jamban.

Mereka berdomilisi di 50 kelurahan dari 56 kelurahan yang ada di Kota Bekasi. Artinya, hanya 6 kelurahan yang dinyatakan tidak BAB sembarangan atau menerapkan sistem open defection free (ODF).

 Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Fevi Herawati. Dirinya mengatakan, keenam kelurahan yang baru menerapkan sistem ODF adalah Kelurahan Jati Bening, Kota Baru, Jati Karya, Bojong Rawa Lumbu, Aren Jaya, dan Pengasinan.

“Untuk enam kelurahan itu sekarang menerapkan pola hidup sehat dengan membuang feses lewat septic tank,” katanya Rabu (23/1/2019).

Fevi mencontohkan, satu kelurahan yang belum menerapkan ODF adalah Margahayu di Kecamatan Bekasi Timur.

Di sana ada 205 kepala keluarga yang belum memiliki septic tank untuk menampung feses, sehingga mereka membuang kotorannya ke kali belakang rumahnya lewat jamban.

“Kami terus menggiatkan pemahaman betapa pentingnya hidup sehat dengan salah satu caranya, yakni membuang feses lewat septic tank,” jelasnya.

Menurut dia, penyebab utama gaya hidup masyarakat seperti ini karena minimnya perekonomian dan pengetahuan mereka.

Mereka terlalu mudah mengandalkan kali yang ada di dekat rumahnya, sehingga enggan membangun septic tank untuk menampung kotorannya.

Bahkan beberapa di antaranya membuang feses ke kolam ikan lele sebagai pakan ternaknya.

“Pola hidup seperti ini bisa mengakibatkan pencemaran lingkungan salah satunya kualitas air dan memudahkan penularan penyakit lewat serangga lalat,” tutupnya.

Berita Lainnya

Baca Juga