Header Ads Widget

Ingin Mengabdi Untuk Mencerdaskan Anak Bangsa, Mahasiswa Ini Bangun Gubuk Literasi


Taufik Rahman Salah satu Mahasiswa STAIN EL Ghazy yang juga penggiat Literasi Desa


Kabupaten Bekasi- Banyak cara yang dilakukan untuk mengimplementasikan pengabdian terhadap masyarakat, salah satunya yang dilakukan oleh Taufik Rahman salah satu mahasiswa STAI Nur El Ghazy. Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, senin (07/10/2019).

Menurut Taufik Rahman salah satu Penggagas Gubuk Literasi Setu menceritakan kepada seputardaerah.com, bahwa perjuangannya dan teman-teman kampus STAI Nur El Ghazy ingin mengabdikan dirinya untuk mencerdaskan anak bangsa dengan cara mendirikan taman baca masyarakat di pelosok desa. 

Salah satunya mendirikan Taman Baca Masyarakat yang dinamakan Gubug Literasi Setu (GLS) dengan konsep pendidikan yang fokus menciptakan agen perubahan di kampung.

"Berawal dari sebuah gubug bekas penyimpanan kayu bakar kami bersihkan kemudian kami mengumpulkan anak-anak di sekitarnya. Aktifitas yang kami lakukan  tersebut kemudian diketahui oleh rekan - rekan mahasiswa lainnya," Jelasnya. 

Karena minat baca masyarakat desa masih kurang mereka terus berupaya untuk menciptakan Gubug Baca di tiap - tiap desa guna meningkatkan minat baca bagi masyarakat bekasi.

"Saat ini sudah ada 2 TBM di 2 kecamatan yang sudah kami ciptakan tapi insya allah kami akan menciptkan Gubug Baca lagi di wilayah Lainnya. Karena visi kami ingin menciptakan Gubug Baca di tiap - tiap desa yang ada di wilayah kabupaten bekasi," Pungkasnya. 

Lebih lanjut Taufik mengatakan, hal terpenting bukanlah pembangunan gubugnya, melainkan memunculkan kesadaran masyarakatnya terlebih dahulu.

"Proses pembangunan Gubug Baca sendiri tidak mudah, pembangunan Gubug berasal dari swadaya mahasiswa, karena dengan begitu mahasiswa juga ikut menunaikan tugas nya sebagai agen perubahan & mengimplementasikan TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI yang ke 3,ˮ papar Taufik.

Anak-anak yang datang ke gubug tidak mendapatkan pendidikan formal seperti di sekolah, melainkan tentang bagaimana cara bersosialisasi serta pengenalan budaya. Aktifitas yang dilakukan dari setiap gubug bermacam-macam, seperti belajar kebudayaan bekasi, ilmu pengetahuan, permainan maupun musik tradisional.

“Jadi masing-masing gubuk juga memiliki ciri khas masing-masing,” bebernya.

Gubug -gubug tersebut sebenarnya tidak hanya difungsikan untuk anak-anak, melainkan untuk pemuda dan orang tua. “Jadi tempat ngumpulnya pemuda juga, jadi kalau pemuda mengajari adik-adik kan mereka ada kegiatan positif, bisa memberikan pendidikan karakter juga, dari situlah mereka akan menjadi agen perubahan, menjadi pemimpin. Orang tua pun nantinya juga akan senang dan mendukung, sehingga ikut berperan juga” paparnya.

Keberadaan Gubug baca di Desa Lambang Jaya tersebut telah memotivasi desa lainnya untuk ikut mendirikan gubug baca, seperti yang telah dilakukan di beberapa desa seperti di Kecamatan Serang Baru,ˮ tutupnya.(SD) 

Berita Lainnya

Baca Juga