Header Ads Widget

KOMUNITAS INTELEKTUAL KALIMALANG BEDAH MODUS VIVENDI DALAM PANCASILA


Bekasi - Minimnya pemahaman tentang kepancasilaan bagi kaum muda, mempertegas bahwa degradasi ideologi bagi bangsa dan negara.

Adanya Komunitas Intelektual Kalimalang yang tergabung dari sekumpulan anak muda yang progresif, mereka selalu melakukan dobrakan baru dalam dunia diskusi. Pasca adanya Peringatan hari Kesaktian Pancasila dan beredarnya Surat Keputusan walikota tentang Tim Pelaksana Kegiatan Revitalisasi dan aktualisasi nilai-nilai Pancasila di Kota Bekasi, Komunitas Intelektual Kalimalang yang biasa di panggil KIK gelar diskusi bertajuk " Diskursus Pancasila sebagai Modus Vivendi, Berbangsa dan Bernegara".

Diskusi tersebut untuk mempertegas pemahaman Ideologi Pancasila sebagai dasar berbangsa dan bernegara. "Diskusi ini perlu, guna mengingatkan kembali tentang nilai nilai dasar Pancasila yang dimana bukan hanya sekedar sebagai simbol negara, tetapi juga menjadi ruh ideologi Rakyat Indonesia" ujar Suganda sebagai Ketua pelaksana diskusi. jum'at (18/10).

"UUD bisa dirubah, namun karena sudah terdoktrin bahwa Pancasila sudah menjadi satu kesatuan dengan UU menjadi susah untuk merubahnya" Kata Adi Bunardi.

"Kawan - kawan KIK itu selalu meradikalisasi pikiran, modus vivendi kita belum diketahui agama atau sekuler, sebenarnya Modus Vivendi kita ada di pada pasal 1 dan selanjutnya bukan" ujar Noval Al Rasyid.

"Sesungguhnya tidak ada Badan khusus untuk mengurusi Pancasila, kalaupun ada BPIP dan Tim revitalisasi bertujuan untuk mengembalikan tingkat nilai - nilai Pancasila di Masyarakat" Tegas Endang Suharyadi selaku perwakilan Kesbangpol Kota Bekasi.

"Seni Pancasila tidak berlaku di tataran masyarakat, contohnya penggusuran Masyarakat miskin, anak - anak gelandangan tidak di urus oleh negara" kata Gunarko aktivis GPII.

"Siandainya bung Karno tidak pernah berpidato , maka tidak akan mungkin ada penolakan. Ideologi sebenarnya iyalah pengembangan kekuasaan, tergantung darimana yang memimpin" Jelas Gorby (sejarawan muda).

"Pancasila sebagai ideologi mendalam. Ada pemahaman di masyarakat yang menjadi keresahan bersama yaitu adanya tegak berdiri namun bukan keadilan" Kata Billy.

"Pancasila menjadi dasar hukum yang sudah Final, tetapi masih ada kekhawatiran ketika adanya ideologi baru yang ingin menggantikan Pancasila, dan ini tugas kita untuk memperkuat ideologi Pancasila tersebut" Ujar Syamsul sebagai moderator.(*)

Berita Lainnya

Baca Juga