Header Ads Widget

GERAM Sebut Pelayanan PDAM Tirta Bhagasasi Buruk

Kabupaten Bekasi -Gerakan Warga dan Anak Muda (Geram) pertanyakan pelayanan K3 PDAM Tirta Bhagasasi ditengah merebaknya Covid -19 masih banyak pelanggan yang mengeluhkan pelayanan kurang baik. Padahal dalam menghadapi pelanggan sangat membutuhkan Air bersih untuk kehidupan sehari-hari.

Koordinator Geram Yaser MP mengatakan dari hasil investigasi pihaknya menemukan masih banyaknya pelanggan yang mengeluhkan kurang maksimalnya pelayanan PDAM Tirta Bhagasasi dalam memenuhi kebutuhan air bersih, salah satu nya kualitas air bersih di daerah Kecamatan Tambun Utara dan Bekasi Utara,  Air masih terkadang butek dan berbau serta alirannya kalau malam suka kecil.



"Padahal di tengah merabaknya Covid-19 ini pelanggan sangat membutuhkan intensitas air bersih, PDAM  Tirta Bhagasasi Harus nya lebih mengedepankan sisi pelayanan K3 yang prima karena itu sudah menjadi Prinsip dalam penyediaan pelayanan PDAM, apalagi PDAM Tirta Bhagasasi Adalah Badan Usaha Milik Bersama antara Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Kabupaten Bekasi, Artinya harus ada Keseriusan dan meningkatkan konsistensi dalam memberikan pelayanan di 2 daerah tersebut serta PDAM Tirta Bhagasasi adalah Indikator Penyedia air Bersih di ke 2 daerah tersebut, dan dinilai PDAM Tirta Bhagasasi belum memiliki etos kerja, Terlalu Birokratis, inefisien dan Profesionalisme yang rendah.
menurut," ungkap Yasser MK Kordinator Geram Bekasi, Senin (20/04/2019)

Lanjut Yaser mengatakan Kebijakan PDAM TB mengingat sudah hampir 3 bulan ini wabah Covid-19 melanda Kota Bekasi serta Kabupaten Bekasi Khususnya melihat Intensitas dan kebutuhan penggunaan air bersih yang sangat meningkat.

 "di karena kan himbauan dari pemerintah untuk tetap di rumah namun PDAM TB hari ini seolah olah menutup mata dan tidak ada nya kebijakan untuk memberikan tarif air bersih yang murah dan higienis guna kepentingan masyarakat dan pelanggan PDAM Tirta Bhagasasi di Bekasi," ucapnya


Lanjut nya, Biaya Pemeliharaan Rp.4000 yang setiap bulannya di bayarkan oleh pelanggan yang termasuk di dalam struk pembayaran Rp.8000 kami berharap agar biaya tersebut dapat dikembalikan saja kepada para pelanggan dengan ada nya bencana nasional Non Alam ini (Covid-19),

"bentuk pengembalian nya seperti di kurangkan nya tarif dasar air selama 3 bulan ke depan ke pelanggan(Diskon 50%). Padahal PLN saja sudah menggratiskan untuk masyarakat yang menggunakan daya Listrik 450 Watt dan diskon 50% untuk masyarakat pengguna listrik yang 900watt," tegasnya



Selain itu Sisi Informasi tidak dilakukan secara menyeluruh dan tidak sampai ke pelanggan, pasalnya Dirut PDAM Tirta Bhagasasi mengeluarkan kebijakan perpanjang masa pembayaran rekening air dari tanggal 20 di perpanjang menjadi tanggal 25 setiap bulannya. Hal tersebutlah yang menjadi kekecewaan kami pelanggan, padahal jelas sudah di katakan oleh Dirut PDAM Tirta Bhagasasi untuk menyebarkan informasi terkait kebijakan tersebut namun lagi2 informasi tersebut hanya sebagai konsumsi pegawai PDAM Tirta Bhagasasi Saja, pecat pegawai yang tidak serius dan tidak menjalan etos kerja. Dan kami sangat Geram dengan kebijakan yang di keluarkan oleh Direktur PDAM Tirta Bhagasasi masa kebijakan seperti itu hanya mengundur hari pembayaran saja, seharus nya Dirut Malu dengan apa yang sedang di upayakan oleh kepala daerah  guna penanganan Covid-19 dan mensejahterakan Masyarakat Bekasi terdampak Covid-19 ini," Katanya

Harapan Kami PDAM Tirta Bhagasasi Lebih mengedepankan sisi Prinsip Pelayanan, "Kemanusiaan" dan Memberikan Manfaat bagi perkembangan Perekonomian Daerah di tengah merabak nya Covid-19 di Bekasi.

Berita Lainnya

Baca Juga