Header Ads Widget

SAdAP : Pembentukan Satgas Pengendalian Ekonomi Hanya Membuat Mubazir Anggaran Negara

Jakarta - Adanya informasi terkait akan dibentuknya Satuan Tugas (Satgas) yang bergerak di bidang pengendalian ekonomi membuat banyak pihak menanggapi dengan beragam komentar. Salah satunya datang dari Tokoh Masyarakat Makassar Syarifuddin Daeng Punna atau yang akrab disapa SAdAP.

SAdAP menilai bahwa rencana pembentukan satgas tersebut perlu dipetimbangkan kembali, mengingat anggaran negara saat ini mengalami defisit di berbagai daerah dan menghambat pembangunan. Karena hampir semua alokasi anggaran pembangunan dialihkan untuk penanganan Covid19.

"Oleh karena l itu saya berharap, pemerintah mesti meninjau ulang rencana tersebut, apalagi banyak lembaga negara yang membutuhkan anggaran pemulihan pasca musibah Covid 19 ini," kata SAdAP saat diwawancarai di Phoenam Coffee Shop, Menteng Jakarta Pusat, Senin (27/7/2020).

SAdAP menilai, dari alokasi anggaran yang ada saat ini, alangkah baiknya pemerintah tidak lagi terlalu banyak membentuk lembaga-lembaga yang terlalu memubazirkan anggaran negara.

"Pemerintah harus lebih memandang secara strategis dalam membuat kebijakan dan membentuk suatu satuan tugas dan sejenisnya. Saya berharap ke depan tidak lagi membentuk lembaga-lembaga otonom yang banyak menguras anggaran dan memubazirkan anggaran negara yang sedianya untuk kesejahteraan rakyat," jelas SAdAP.

SAdAP menyoroti untuk apalagi satgas dibentuk di tengah pandemi covid 19 ini, lebih baik menurutnya, semua lembaga negara saling melakukan koordinasi dengan baik dalam hal pemulihan ekonomi dan kesehatan rakyat.

"Untuk apalagi dibentuk satgas seperti itu, lebih baik semua lembaga negara melakukan koordinasi untuk melakukan pembenahan ekonomi, kan di tiap-tiap kementerian dan lembaga negara lainnya memiliki deputi atau semacamnya yang tupoksinya mengkalkulasi setiap pengelolaan anggaran yang bertujuan untuk mensejahterakan rakyat, jadi menurut saya tidak perlu dibentuk lagi lembaga yang tidak produktif," tutup SAdAP.

Berita Lainnya

Baca Juga