Header Ads Widget

Aksi Mahasiswa Warnai HUT Kabupaten Bekasi Ke-70


KABUPATEN BEKASI - Di hari jadi Kabupaten Bekasi yang ke 70, Mahasiswa beri kado yang berisi peringatan kepada Bupati Bekasi terkait kinerja untuk membangun Kabupaten Bekasi yang lebih baik lagi, hal tersebut dilakukan dengan cara aksi bersama pemuda yang di gelar di Komplek Pemerintahan Kabupaten Bekasi, Sabtu (15/8).


Kordinator AKSI Arif Ramadhan mengatakan Euforia peringatan hari ulang tahun jangan semata-semata dilaksanakan dengan kegiatan-kegiatan protokoler yang bersifat tekstual dan birokratis yang seharusnya, menurutnya Momentum ini dijadikan Bahan Evaluasi dan Koordinasi menuntaskan Permasalahan - Permasalahan yang mendasar yang ada di Kota Industri tersebut.


"Anomali, ditengah potensi industri dan potensi lainnya. Paradoks Sosial di Bekasi begitu nyata seperti Kemiskinan yang tembus diangka Setengah Juta, hampir 200ribu Pengangguran murung di depan 7.000 Pabrik yang berdiri diatas tanah bekas Sawah. Puluhan balita gizi buruk, Puluhan titik Kemacetan, titik Banjir, dan bahkan kini persoalan Kekeringan mulai menghantui lagi. Bupati dan DPRD jangan jadi Pelupa setelah duduk dan dapat tunjangan. Problem Solving sangatlah dibutuhkan" tegasnya saat berorasi


Mahasiswa Universitas Pelita Bangsa ini menjelaskan bahwa, untuk menjawab dan menuntaskan Persoalan-persoalan tersebut yang paling mendasar adalah menjalankan Amanat Reformasi Birokrasi seperti etos kerja, pengisian kekosongan Jabatan, transparansi, Monitoring dan Evaluasi (Monev).


" Bupati lupa mengisi Ratusan kursi Jabatan yang kosong, lupa mempunisment etos kerja anak buahnya yang lalai jam 2 kantor Pemerintahan sudah sepi, Transparansi produk hukum Perda dan Perbup tidak dipublish seluruhnya, dan Monev yang optimal dan terinregrasi,"ucapnya.


Dalam Aksinya tersebut AKSI (Aliansi Kampus SeBekasi) mendesak  kepada Bupati Bekasi untuk memenuhi janji kampanyenya, selain itu AKSi menuntut disegerakan Reformasi Birokrasi dalam jabatan Esselon IVa , IVb, IIIa, dan II, jalankan RPJMD Kabupaten Bekasi 2017-2022.


"Kita juga meminta Bupati untuk mundur jika tidak mampu menjalankan kepemimpinannya di Kabupaten Bekasi, kami juga akan mendesak DPRD Kabupaten Bekasi untuk duduk bersama dengan DPRD Provinsi Jawa Barat terkait kelanjutan Raperda RDTR, Desak Bupati Bekasi Selesaikan Persengketaan Tanah Kampung Pilar Kecamatan Cikarang Utara,"tutupnya.


Dalam pantauan awak media demonstrasi yang di mulai pukul 10.00 WIB, berhenti sore tadi, setelah Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Gerindra Bhakti Sakti, Ahmad Zambroni dan dari Fraksi PAN Faizal Rizal Ramadhan, menemui pendemo.(SD)

Berita Lainnya

Baca Juga