Header Ads Widget

PEMASANGAN PLANG ASMA'UL HUSNA DI SEPANJANG JL. KH. A. TAJUDDIN UJUNGHARAPAN BAHAGIA BEKASI

 



Jl. KH. A. Tajuddin pada mulanya adalah jalan tembus yang dibangun untuk menghubungkan kampung Ujungmalang dengan Kebalen pada awal tahun 1950-an. Waktu itu Ujung Harapan (yang dulunya bernama Ujung Malang) masih merupakan daerah terpencil, sebagaimana dituturkan Almaghfurlah KH. Noer Alie berikut:


"Kampung Ujung Malang sedianya adalah merupakan suatu kampung jang terpencil dan tidak ada jalan besar jang dipergunakan kendaraan bermotor, bahkan gerobak saja hanya bisa masuk ke Ujung Malang di musim panas saja dengan melalui sawah-sawah.


Maka baru pada akhir Pemerintah Jepang mulailah sedikit dibangun dan diperbesar jalan setapak yang ada dalam kampung untuk menghubungkan antara Ujung Malang-Teluk Pucung. Dan jalan yang menghubungi Ujung Malang-Babelan, kami buat dan bangun pada revolusi fisik, sedangkan jalan yang menghubungi Udjung Malang-Kebalen kami bangun sesudah kedaulatan. 


Dan Alhamdulillah sekarang meskipun jalan ini belum sempurna dan bisa terpakai hanya pada musim panas saja, namun sudah dapat sedikit menolong kesulitan masalah angkutan pada musim panas, sedangkan tadinya, baik waktu panas atau hujan, tetap mengangkut barang apa saja harus mempergunakan tenaga pikul  pakai orang." (Dikutip sebagaimana termuat dalam Risalah Kebangunan Jajasan P3, Bekasi: DMA, 1390 H/1970 M, hlm. 6).



Sekarang Jl. KH. A. Tajuddin adalah salah satu jalan penting, selain Jl. KH. Noer Alie, Jl. KH. Mahmud Maksum, dan Jl. Ujung Harapan, di kampung Ujung Harapan Kelurahan Bahagia Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi. Keempat jalan tersebut boleh dibilang menjadi jalan protokol di Kelurahan Bahagia. 


Mulai Ahad 13 Maret 2022 ada pemandangan yang berbeda di jalan ini. Jalan sepanjang 1,5 kilometer ini telah diperindah dengan plang 99 lafaz Asma'ul Husna, yang menghiasi sepanjang jalan ini dari simpang Kelurahan Bahagia sampai jalan KH. Noer Alie. Papan nama tersebut ditulis dengan kaligrafi Arab, lengkap dengan transliterasi dan terjemahannya.


Pemasangan plang Asma'ul Husna tersebut dihadiri oleh Pimpinan umum Yayasan Attaqwa, KH. Irfan Mas'ud; Camat Babelan, H. Khoiruddin Muntaha; dan Lurah Bahagia, Khoirul Anwar, serta tokoh-tokoh masyarakat dan pemuda di lingkungan Ujung Harapan. 


Saat melakukan pemancangan tiang perdana, Lurah Bahagia mengatakan bahwa tujuan pemasangan plang Asma'ul Husna ini, di samping untuk mempercantik, juga untuk menegaskan kembali Ujungharapan sebagai kampung santri yang agamis dan religius di wilayah Kabupaten Bekasi.[]

Berita Lainnya

Baca Juga