Header Ads Widget

Jembatan Penghubung Dua Desa Terputus Akibat Longsor Setelah Hujan Deras


Jembatan Penghubung Dua Desa Terputus Akibat Longsor Setelah Hujan Deras

SeputarDaerah.Com - Brebes, 8/10- 2022. Masyarakat Desa Wanareja terpaksa mencari jalan lain yang harus ditempuh tidak kurang dari 30 Km mencapai pasar Cilibur yang biasanya cukup dengan waktu Dua Puluh menit sampai di lokasi pasar akibat terputusnya jembatan penghubung di dukuh Cigedong Desa Wanareja - Sirampog.

Diduga ambruknya jembatan tersebut karena hampir semalaman terjadi hujan lebat, akibatnya terjadi tanah longsor.

Tolibin, Kepala Desa Wanareja yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut saat disambangi ke rumahnya.

"Itu akibat hujan semalam yang cukup deras dan lama, sehingga terjadi tanah dari bukit longsor ditambah arus air kali debitnya naik dan deras sehingga menggerus  pondasi dari bawah  jembatan," jelasnya.

Padahal keberadaan jembatan tersebut sangat vital sekaligus untuk memperlancar roda ekonomi masyarakat.

Lebih lanjut, Tolibin meminta pihak pemerintah daerah, melalui Badan Penangana Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, bisa segera mengatasinya mengingat jembatan ini menjadi satu-satunya akses terdekat ke Pasar Cilibur dan Kantor Kecamatan.

 "Saya sudah menghubungi kejadian ini ke Forkompincam (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan) segera untuk melihat lokasi," sambungnya saat melakukan pengecekan awal di lokasi.

"Terpaksa harus muter Pak," ujar warga Cigedong yang turut melihat ambruknya jembatan.

"Kita harus muter dulu jika mau ke kebon," tuturnya menegaskan.

Jembatan dengan panjang sekitar sepuluh meter ini dibangun sekitar tahun 2018, termasuk sarana prioritas penghubung antar desa. Keberadaannya benar-benar pentng, namun sekarang rusak karena longsor. Hal seperti ini di Brebes Selatan bukan sekali dua kali terjadi karena memang tekstur tanah pegunungan yang senantiasa labil.

 Jembatan Penghubung Dua Desa Terputus Akibat Longsor Setelah Hujan Deras

 Pemerintah Daerah, dalam hal ini pihak kecamatan pun sering mengingatkan masyarakat agar selalu waspada dan bersama-sama saling mendukung setidaknya mengurangi beban musibah yang terjadi.

"Masyarakat dan pemerintah desa harus bahu membahu untuk mengatasi efek bencana alam, dan  menyiapkan kebutuhan pasca bencana," pesan camat Sirampog, Rade Andriana Younansyah, S.STP., M.Si.

"Keterlibatan masyarakat, bisa dicanangkan secara kolektif semisal  paguyuban Masyarakat Wilayah Hutan dan Gunung, tujuannya untuk memberi edukasi, pembinaan pada masyarakat tentang peran masyarakat terhadap hutan dan gunung serta cepat tanggap jika terjadi bencana," pungkasnya.

Team trantib, sudah turun untuk mendata dan mengevaluasi kejadian, sebagai data awal guna menyiapkan strategi penanganan selanjutnya.

Andi M.Toyib

MPI Group Brebes

Berita Lainnya

Baca Juga