Header Ads Widget

Bea Cukai Malili Operasi Gempur Rokok Ilegal di Toraja

 
Bea Cukai Malili Operasi Gempur Rokok Ilegal di Toraja

Mengawali Tahun Baru, Bea Cukai Malili kembali bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara menggelar Operasi Pasar Gabungan dan sosialisasi rokok ilegal dalam rangka pemberantasan BKC Ilegal pada tanggal 10 sampai dengan 11 Januari 2023.

Selain meningkatkan kepatuhan dalam mencegah potensi kebocoran penerimaan negara.

Operasi Pasar Gabungan ini juga sebagai bentuk upaya nyata Bea Cukai dalam mengoptimalkan Cukai sebagai instrumen fiskal dalam pengendalian barang kena cukai sesuai peraturan perundang-undangan.

Toraja Utara yang telah berhasil merambah ke puluhan warung dan toko yang ada di Pasar Bolu dan Pasar Pagi serta yang ada di seluruh Kecamatan di Kabupaten Toraja Utara yaitu seperti Kecamatan Rantepao, Tikala, Balusu, Buntao dan Kesu.

Menurut Andi Muhammad Hendra Selaku Fungsional Pemeriksa Bea Cukai mengatakan bahwa Operasi Pasar Gabungan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Toraja Utara dan Kabupaten Tana Toraja adalah merupakan upaya yang dilakukan secara terstruktur dan masif oleh Bea Cukai dan ini di laksanakan di seluruh wilayah Indonesia untuk memberantas peredaran rokok ilegal,”ujarnya. 

Lebih lanjut, Andi mengatakan dengan terjun ke masyarakat secara langsung juga menjadi cara yang efektif dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Terkait dampak negatif dan ciri-ciri rokok illegal serta tentunya agar kedepannya tidak membeli ataupun menjual rokok illegal,” ujarnya.

Pada Pelaksanaan Pengawasan, Tim gabungan Bea Cukai Malili yang terdiri atas unit P2 dan Humas beserta Tim Gabungan dari Satpol PP, Bagian Perekonomian, Diskominfo, dan Sekretariat Pemerintah Kabupaten Tana Toraja geruduk pasar dan Toko dan menemukan beberapa toko yang masih menjual rokok ilegal.
“Penindakan dilakukan terhadap rokok ilegal dengan pita cukai salah peruntukan/saltuk karena tidak sesuai dengan jumlah batang dalam kemasan penjualan eceran dan rokok polos/tanpa pita cukai,”terangnya.

Ditambahkan Andi Muhammad Hendra bahwa selain melakukan penindakan, Tim Bea Cukai Malili sekaligus memberikan sosialisasi kepada Tempat Penjualan Eceran (TPE) terkait ketentuan Undang-undang No.11 Tahun 1995 jo. Undang-undang No. 39 tahun 2007 Tentang Cukai. Sosialisasi dilanjutkan dengan penempelan stiker larangan menjual atau menawarkan rokok polos/tanpa dilekati pita cukai,”pungkasnya.

“ia berharap dengan diadakan kegiatan rutin Operasi Pasar Gabungan dan Sosialisasi terkait Rokok Ilegal ini membuat semakin luasnya persebaran informasi dan meningkatnya pemahaman mengenai rokok ilegal di masyarakat serta operasi gempur yang rutin dilakukan dapat memberantas peredaran rokok ilegal yang merugikan negara dari sisi potensi penerimaan keuangan negara maupun melindungi masyarakat dari bahaya rokok ilegal sesuai fungsi Bea Cukai sebagai Comunity Protector,”tutup Andi Muhammad Hendra Selaku Fungsional Pemeriksa Bea Cukai. (Eno)


Berita Lainnya

Baca Juga