Header Ads Widget

Jamkeswatch Se-Jawa Barat Adakan Rakerwil

Jamkeswatch Se-Jawa Barat Adakan Rakerwil
Pembukaan Rakerwil dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya

SeputarDaerah.com - Dewan Pimpinan Wilayah Jamkeswatch se-Jawa Barat adakan Rapat Kerja Wilayah(Rakerwil) dengan mengusung tema "Saling Mengustkan Demi Sehat hak Rakyat". Agenda yang dilakukan dikantor Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia(KC FSPMI) kabupaten Purwakarta, Minggu(22/01). Hal ini dilakukan justru untuk pembenahan Program Kerja(Proker) secara bertahap. Pasalnya masih ada beberapa kota/kabupaten yang belum melakukan program Universal Health Coverage (UHC). Cakupan semesta kesehatan ini tentunya sudah sepantasnya bisa direalisasikan di Indonesia. Cakupan perlindungan kesehatan yang dimulai dari pelayanan kesehatan sederhana hingga sampai pelayanan berbiaya mahal dimana didalamnya mencakup pelayanan Promotif, Preventif, Kuratif dan RRehabilitati.

Agenda Rakerwil se-Jabar pun dihadiri oleh Direktur Eksekutif Dewan Pimpinan Nasional(DPN) Jamkeswatch Indonesia Daryus, Deputi Direktur Pelayanan dan Medis Ahmad Rifai, Deputi Direktur Advokasi dan Relawan Rismanto, Deputi Direktur Media dan Propaganda Jhole, begitu juga  ketua DPW FSPMI Jabar Suparno SH, ketua DPW Jamkeswatch Jabar  Mustopa, dan sekretaris DPW Jamkeswatch Jabar Ali Mansyur  beserta staf jajaran kepengurusan DPW Jabar lainnya.

Jamkeswatch Se-Jawa Barat Adakan Rakerwil
Sesi diskusi antara DPD Jamkeswatch , sekaligus penyampaian laporan

Turut hadir beberapa Dewan Pimpinan Daerah(DPD) Jamkeswatch se-Jawa Barat diantaranya DPD kota Bekasi, DPD Kabupaten Bekasi, DPD Karawang, DPD Bogor Raya, DPD kota Bandung, DPD kabupaten Bandung Barat, DPD Purwakarta, juga DPD Cirebon.

Agenda Rakerwil yang dibuka langsung oleh Ali Mansyur jam 10:13 WIB sekaligus memperkenalkan jajaran kepngurusan Dewan  Pimpinan Wilayah(DPW) Jamkeswatch Jabar yang baru terbentuk.

Dalam sambutannya ketua DPW FSPMI Jawa Barat Suprno SH menyampaikan beberapa arahan karrna keterlibatan Jamkeswatch akan dilibatkan dalam Partai Buruh (PB).

"Sebentr lagi, bahkan sudah didepan mata momen politik, buruh sudah punya kendaraan sendiri yaitu Partai Buruh (PB) yang sudah lolos verifikasi, dan bisa berkontestasi di Pemilu yang akan datang. Ini sepenuh butuh dukungan dari kita semua, termasuk ada peran Jamkeswatch di dalamnya.," kata Suparno SH.

Menurut Parno, Partai Buruh sudah dilirik oleh beberapa elit politik di negeri ini, jadi semakin opopti Partai Buruh ketika berlaga nanti dipemilu.

"Jangan pernah takut karena ini alat perjuangan kita bersama, pergerakan Jamkeswatch tentunya akan jauh lebih dibutuhkan oleh Partai Buruh. Saya paham betul pergerakaan Jamkeswatch khususnya di Jawa Barat, banyaknya masyarakat sudah tertolong oleh Jamkeswatch, tidak menutup kemungkinan hal ini bisa jadi modal untuk Partai Buruh itu sendiri," tambah Parno dalam sambutannya (22/01).

Ditempat yang sama disampaikan oleh ketua DPW Jamkeswatch Jawa Barat Mustopa bahwa kerja keras Jamkeswatch akan terus dilakukan, disamping itu akan mensosialisasikan siapa Jamkeswatch itu, dan bagaimana peran Jamkeswatch untuk masyarakat khususnya di Jawa Barat.

"Ada beberapa kota/kabupaten yang memang masih belum melakukan program Universal Health Coverage(UHC). Kita dari DPW akan meminta datanya kepada DPD didaerahnya masing-masing yang belum melakukan program(UHC). DPW akan segera kirim kan surat kepada instansi yang ada didaerahnya," urai Mustopa.

Lebih lanjut, DPW Jamkeswatch Jabar akan segera membuat grup WA yang di dalamnya ada pengurus DPD di setiap daerahnya masing-masing.

"Pengrekrutan anggota untuk menjadi relawan Jamkeswatch ini pun menjadi sangat penting untuk Kita. Maka dari itu DPW akan segara intruksikan agar setiap DPD di daerahnya bisa berkomunikasi dengan Pimpinan Unit Kerja (PUK) di setiap wilayah," pungkas Mustopa tegas.

Selain berdiskusi beberapa pengurus DPD Jamkeswatch yang hadir, ada salah satu DPD yang menyampaikan temuannya yaitu penggunaan Jamkesda yang punya batas limit pembiayaannya.

Sesi diskusi pun bahkan sempat terjadi ketegangan ketika terjadi perdebatan antara beberapa pengurus DPD Jamkeswatch yang hadir. (Jho)

Berita Lainnya

Baca Juga